Telnet & FTP

Samuel Deo Wibisono
11615063
3C (Teknik Komputer)


I. TUJUAN

*     Agar Mahasiswa dapat mempraktekkan konsep FTP pada jaringan komputer
*     Agar Mahasiswa memahami konsep dan cara kerja FTP
*     Agar Mahasiswa mampu  membangun FTP
*     Agar Mahasiswa mampu  melakukan troubleshooting FTP

II. LATAR BELAKANG

A. Definisi Telnet dan FTP (File Transper Protokol)

1. TELNET ( Tele Network)       
    Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.

Telnet digunakan untuk login ke komputer lain di Internet dan mengakses berbagai macam pelayanan umum, termasuk katalog perpustakaan dan berbagai macam database. Telnet memungkinkan pengguna untuk duduk didepan komputer yang terkoneksi ke internet dan mengakses komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Dengan kata lain koneksi dapat terjadi ke mesin lain di satu ruangan, satu kampus, bahkan setiap komputer di seluruh dunia.

Setelah terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard akan mengontrol langsung ke remote computer tadi. Akan dapat diakses pelayanan apapun yang disediakan oleh remote machine dan hasilnya ditampilkan pada terminal lokal. Dapat dijalankan session interaktif normal (login, eksekusi command), atau dapat diakses berbagai service seperti: melihat catalog dari sebuah perpustakaan, dan masih banyak lagi service yang disediakan oleh masing-masing host pada di network TELNET menggunakan 2 program, yang satu adalah client (telnet) dan server (telnetd). Yang terjadi adalah ada dua program yang berjalan, yaitu software client yang dijalankan pada komputer yang meminta pelayanan tersebut dan software server yang dijalankan oleh komputer yang menghasilkan pelayanan tadi. Tugas dari client adalah:

     1.  Membuat koneksi network TCP (Transfer Control Protocol) dengan server.
     2.  Menerima inputan dari user
     3.  Mem-format kembali inputan dari user kemudian mengubah dalam bentuk format standar dan 
          dikirim ke server.
     4.  Menerima output dari server dalam format standard.
     5.  Mengubah format output tadi untuk ditampilkan pada layar.
     6.  Menginformasikan software jaringan bahwa komputer itu siap menerima koneksi.
     7.  Menunggu permintaan dalam bentuk format standar.
     8.  Melaksanakan permintaan tersebut.
     9.  Mengirim kembali hasil ke client dalam bentuk format standard.
    10. Menunggu permintaan selanjutnya..

          Telnet menggunakan koneksi pada Port Destination=23. Untuk interaksi banyak mesin maka dapat diganbarkan sebagai berikut : Telnet adalah program yang memungkinkan komputer host Internet anda menjadi terminal dari komputer host lain di Internet. Dengan ftp anda dapat membuka koneksi hanya untuk mentransfer file. Telnet memungkinkan anda untuk login sebagai pemakai pada komputer jarak jauh dan menjalankan program layanan Internet yang disediakan oleh computer tersebut. Telnet menyediakan akses langsung ke beragam layanan di Internet.

      Komputer host anda memang menyediakan beragam layanan, namun jika layanan tersebut tidak ada, anda bisa menggunakannya melalui Telnet. Misalnya ketika masyarakat Internet menulis interface untuk membantu pengguna lain, Telnet memungkinkan anda mengakses host mereka dan menggunakan interface yang mereka buat. Demikian juga ketika seorang membuat layanan yang bermanfaat, Telnet memungkinkan anda mengakses sumber daya informasi yang berharga ini.

2. File Transfer Protokol (FTP)
          File Transper Protokol adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).

Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :
1. Untuk berbagi data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
 
      FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format Binary. Secara default, ftp menggunakan mode ASCII untuk transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, maka username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi (dikodekan).

      FTP biasanya menggunakan dua buah port yaitu port 20 dan 21 dan berjalan exclusively melalui TCP. FTP server Listen pada port 21 untuk incoming connection dari FTP client. Biasanya port 21 untuk command port dan port 20 untuk data port. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif mode dan pasif mode.  Berikut adalah contoh gambar FTP yang digunakan oleh client :


III. ALAT DAN BAHAN

1. PC (Personal Computer) yang memiliki OS Linux 10.4 atau 11.10
2. Switch
3. Kabel UTP tipe Straight
4. Tester 

IV. LANGKAH PERCOBAAN

    
1.    Jalankan perintah “dmesg | grep eth”, catat dan analisa hasilnya. Jika tidak ada keluaran konfirmasikan ke dosen/asisten praktikum.
2.      Lepaskan kabel jaringan, lakukan perintah mii-tool
3.      Pasangkan lagi kabel jaringan dan lakukan perintah mii-tool
4.      Catat hasil dari perintah “lspci” sebelum dan sesudah melepas kabel
5.     Jalankan perintah ”arp –a” dan catat hasilnya , buka beberap terminal baru lagi dan jalankan perintah ”ping no_ip_tujuan” ke beberapa komputer sebelah (tanya nomor IP tersebut ke teman). Pada terminal pertama lakukan perintah arp –a sekali lagi . Catat hasilnya dan bandingkan dengan hasil arp yang pertama, analisa hasilnya
6.      Jalankan perintah ”ifconfig”, catat hasilnya.
7.      Jalankan perintah route –n, catat hasilnya.
8.      Pastikan anda terhubung ke internet, mintalah tolong ke dosen/asisten praktikum jika belum bisa terhubung ke internet.
9.     Jalankan perintah ”traceroute” ke :
    202.154.187.3
    www.eepis-its.edu
    www.yahoo.com
Catat hasilnya

 V. HASIL


1.      Hasil perintah dmesg | grep eth.




 
2.      Hasil perintah mii-tool di saat kabel jaringan dilepas.

3.      Hasil perintah mii-tool di saat kabel jaringan dipasang .
4.      Hasil Perintah lspci adalah sebagai berkut :
5.      Perintah arp –a sebelum melakukan ping tidak muncul apapun tetapi setelah kita melakukan ping kekomputer lain maka terlihat gambar seperti dibawah ini :
6.      Hasil perintah ifconfig terlihat seperti gambar dibawah ini :
7.      Hasil perintah Route -n terlihat gambar dibawah ini :
8.      Memastikan computer /PC terhubung dengan internet.
9.      Hasil dari perintah  traceroute  terlihat seperti dibawah ini :

Daftar Pertanyaan
1.    Berikan kesimpulan hasil praktikum yang anda lakukan untuk masing-masing perintah.
2.       Berdasarkan hasil catatan praktikum anda, perintah lspci apa maksud keluaran itu ?
3.      Berdasarkan hasil catatan praktikum anda khususnya perintah mii-tool apa maksud keluaran itu ?
4.      Berdasarkan hasil catatan praktikum anda khususnya perintah arp -a  apa maksud hasil keluaran itu ?
5.       Berdasarkan hasil catatan praktikum anda khususnya perintah ifconfig  apa maksud hasil keluaran itu?
6.      Berdasarkan hasil catatan praktikum anda khususnya perintah route -n  apa maksud hasil keluaran itu ?




Jawaban :

1.  Dari semua perintah yang kami lakukan ternyata setiap perintah jika dijalankan mempunyai fungsi masing-masing, jika melakukan perintah yang terhubung dengan jaringan dan yang tidak terhubung dengan jaringan maka hasilnya akan berbeda.adapun kegunaan perintah-perintah tersebut :
             a. dmesg | grep eth yaitu Untuk mengecek ethernet card ada apa belum.
             b. mii-tool yaitu Untuk melihat apakah linknya sudah ada atau belum
             c. lspci Merupakan tools yang berada pada layer 1, dipakai untuk mengecek apakah interface
             jaringannya sudah terpasang atau belum. Apabila ditemukan Network controller atau
             Ethernet controller, artinya perangkat jaringan sudah siap digunakan.
             d. arp  -a Merupakan tools yang dipakai untuk melihat alamat NIC dari komputer yang
             terkoneksi secara langsung dengan kita.
             e. ifconfig yaitu Command yang dipakai untuk melihat interface dan alamat yang diberikan ke 
             interface tersebut
             f. Route -n untuk memeriksa tabel routing, menambah dan menghapus tabel routing

2. Perintah lspci  untuk menampilkan informasi semua tentang PCI didalam system dan semua device yang terhubung kepadanya. Jika ada tulisan Network controller atau Ethernel controller, artinya perangkat jaringan sudah siap digunakan.

3. perintah mii-tool yaitu untuk memeriksa status dari interface network / Media Independent Interface (MII).

4. Perintah arp –a untuk melakukan resolusi address atau  untuk melihat alamat NIC dari komputer yang sudah terkoneksi dengan komputer kita.

5. Perintah ifconfig untuk melihat interface dan alamat yang diberikan ke interface tersebut.

6. Perintah route -n untuk mengatur routing static untuk menjelaskan host atau network melalui interface setelah dikonfigurasi dengan ifconfig.

0 komentar: (+add yours?)

Posting Komentar